mobimoto.com - Indonesia terkenal dengan keanekaragaman bahasa, seperti bahasa walikan yang lazim digunakan oleh warga Malang, Jawa Timur. Pun dengan spanduk imbauan parkir ini, yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh warga Malang.
Lewat jejaring Facebook, warganet bernama Dwi mengunggah foto spanduk yang berisi imbauan bagi para pemobil.
Spanduk tersebut mengimbau para pemobil agar tidak memarkirkan kendaraannya di atas jembatan, karena mengganggu arus lalu lintas.
Pada spanduk tersebut tertulis "Sepurane dulur-dulur. Gawio garasi sek, baru tuku libom. Ojok parkir ndek jembatan. Ayahab lur,"
Atau dalam bahasa Indonesia berarti "Maaf semuanya. Bikin garasi dulu, baru beli mobil. Jangan parkir di (atas) jembatan. Bahaya lur,"
Yup, spanduk berwarna merah yang terdapat logo korps lalu lintas di sisi kanan.
Tulisan pada spanduk imbauan parkir itu menggunakan bahasa walikan, yang menulis kata-kata secara terbalik. Seperti contoh kata 'Bahaya' menjadi 'Ahayab'.
Tapi ternyata banyak warganet yang bukan berasal dari Malang, Jawa Timur, yang mengerti isi tulisan di spanduk imbauan tersebut.
Seperti kata Oyo Yoy yang menuliskan juga dengan bahasa walikan "Aku bukan orang Malang, sam. Tapi bisa bacanya,"
"Anj*** dibalik-balik. Tetep Malang mbois sekali." Ujar Kanjeng Mas.
Terkini
- AION V Raih Penjualan Positif di Segmen SUV Listrik Berkat Keunggulan Produksi Lokal
- iCAR V23 Siap Gebrak Pasar Mobil Listrik dengan Otak Canggih Snapdragon 8155
- VinFast Tantang Arus Pasar: Cara Baru Membuat Mobil Listrik Lebih Terjangkau dan Dipercaya
- Mengintip Lebih Dekat Spesifikasi Wuling Darion, Mobil Keluarga dengan Pilihan EV dan PHEV
- Wuling Darion Meluncur, MPV Elektrik Pilihan Keluarga Modern Indonesia