mobimoto.com - Sejak November 2018, sirkuit Jerez melakukan pembenahan sirkuit dengan melakukan pengaspalan lintasan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Michelin sebagai pemasok ban tunggal menawarkan banyak opsi ban kepada para pembalap MotoGP.
Dilansir Crash, biasanya Michelin menawarkan tiga opsi ban, tapi menjelang MotoGP Spanyol yang akan berlangsung di sirkuit Jerez, mereka menawarkan empat opsi ban depan dan ban belakang yang berbeda.
Lanjutan seri keempat MotoGP akan dihelat di sirkuit Jerez akan berlangsung pada MInggu (5/5).
Untuk opsi ban depan, Michelin menawarkan empat jenis ban, yaitu: soft, medium, dan dua buah ban jenis hard. Semuanya dengan desain yang simetris.
Serupa dengan ban depan, ban belakang juga menawarkan empat jenis ban yang sama tapi dengan layout asimetris.
Lebih jelasnya, layout pada ban belakang akan menghadirkan sisi kanan yang lebih keras untuk mengatasi delapan tikungan sisi kanan di sirkuit Jerez.
''Minggu ini adalah ujian besar untuk kami, setelah kembali ke MotoGP di tahun 2016. Kemudian kami melanjutkan ke banyak trek tanpa data yang bisa kami pelajari. Minggu ini, sama seperti trek yang terakhir kami uji coba sebelum dilakukan pengaspalan ulang,'' kata Piero Taramasso.
Melanjutkan ''Karena inilah kami mendapat izin oleh regulasi untuk membawa empat jenis ban depan dan ban belakang dengan spesifikasi ban yang licin. Jadi kami punya jenis ban yang cukup ideal untuk aspal sirkuit yang baru.''
Banyaknya opsi yang ditawarkan Michelin, membuat produsen ban asal Prancis itu pede, bisa membantu menghadirkan balapan yang seru di sirkuit Jerez.
Terkini
- Suara.com Luncurkan Suara Hijau dan Green Media Network, Lakukan Penanaman Pohon di HUT ke-11
- Bukan Hanya Merlion, Ini 5 Spot Instagramable di Singapura yang Bisa Dikunjungi saat Liburan Imlek!
- Anak Muda Bicara Ekonomi: Youth Economic Summit 2024 Cetak Optimisme Baru untuk Indone
- Diikuti 150 Lebih Digital Creator, Workshop Kolaborasi Suara.com dan UAJY di 3 Kota Sukses Digelar
- Kisah Inspiratif Beasiswa Kampung Berseri Astra: Menerangi Asa Pendidikan Anak-Anak di Tengah Tantangan Ekonomi