mobimoto.com - Ganti oli memang gampang-gampang susah. Tak semua oli cocok untuk mesin kendaraan. Salah pilih oli, maka kendaraan Anda akan tak nyaman untuk dikendarai, bahkan bisa saja malah jadi rusak.
Nah biar nggak bingung, simak dulu tips ganti oli berikut ini.
1. Pahami Spesifikasi Mesin
Pertama-tama, Anda perlu memahami spesifikasi mesin kendaraan Anda. Setiap mesin memiliki kebutuhan oli yang berbeda, tergantung pada faktor seperti suhu lingkungan dan jenis bahan bakar yang digunakan.
2. Perhatikan Tingkat Kekentalan Oli dan Kodenya
Oli mesin memiliki tingkat kekentalan yang diukur dengan kode SAE (Society of Automotive Engineers). Kode ini terdiri dari dua angka, seperti 10W-40 atau 20W-50.
Angka pertama menunjukkan viskositas oli pada suhu rendah (W untuk "winter"), sedangkan angka kedua menunjukkan viskositas pada suhu tinggi. Semakin rendah angka kedua, semakin kental oli tersebut.
3. Bahan Pembuatan Oli, Mineral atau Sintetis?
Oli mesin dapat dibuat dari bahan mineral atau sintetis. Oli sintetis cenderung lebih tahan panas, lebih tahan aus, dan memiliki performa yang lebih baik daripada oli mineral. Namun, oli sintetis juga lebih mahal.
4. Pilih Oli Bersertifikasi
Pastikan Anda memilih oli yang memiliki sertifikasi dari lembaga otoritas seperti API (American Petroleum Institute) atau ACEA (European Automobile Manufacturers Association). Sertifikasi ini menjamin kualitas dan performa oli.
Ingatlah bahwa pemilihan kekentalan oli yang tepat akan mempengaruhi kinerja mesin kendaraan Anda. Jadi, selalu perhatikan spesifikasi dan rekomendasi pabrikan serta faktor lingkungan sekitar ketika memilih oli untuk kendaraan Anda!
Tag
Terkini
- 7 Aktivitas Seru di Jakarta untuk Isi Waktu Saat Liburan
- Tips Biar Tak Masuk Angin Saat Motoran Tiap Hari di Musim Hujan
- Apa Beda Khasiat Oli Mineral dan Oli Sintetis? Mana yang Lebih Oke?
- Tips Memilih Motor Bekas Berkualitas: Panduan Lengkap untuk Pemula
- Tips Mengenali Mobil yang Odometernya Direset