Minggu, 28 November 2021
Gagah Radhitya Widiaseno : Rabu, 24 November 2021 | 11:45 WIB

Mobimoto.com - Beberapa pengguna motor masih sering gonta-ganti bahan bakar. Padahal hal tersebut memiliki efek samping pada mesin motor.

Semisal, sebelumnya diisi dengan bahan bakar berjenis Pertalite. Kemudian pada pengisian berikutnya diisi Pertamax.

Hal tersebut ternyata tidak patut ditiru karena memberikan efek samping pada motor.

Dilansir dari laman resmi Astra Motor, seringnya gonta-ganti bahan bakar membuat mesin berumur pendek.

Sebagai contoh, motor diisi dengan Pertalite dan Pertamax. Keduanya memiliki kandungan oktan yang berbeda.

Kadang pemotor penasaran menjajal bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi dengan alasan memberikan efek yang berbeda pada mesin motor.

Faktanya, menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi tidak selalu memberikan hasil yang lebih stabil. Berbagai jenis mesin sepeda motor memiliki karakteristik yang berbeda.

Suasana pengisian bahan bakar minyak (BMM) di SPBU kawasan Abdul Muis, Jakarta, Senin (21/8/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Demikian pula, menurut peneliti Jerman, Andreas Schaefer, mengubah atau mencampur bahan bakar yang berbeda dalam waktu yang cukup singkat tidak akan memberikan efek maksimal pada performa mesin motor.

Ketukan parah atau knocking terjadi ketika bahan bakar oktan rendah digunakan untuk mesin oktan tinggi. Knocking biasanya disebabkan oleh perbedaan tekanan mesin.

Saat pemotor mengganti bahan bakar yang biasa digunakan, mesin secara otomatis menyesuaikan rasio kompresi.

Pada mesin motor modern, hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan meningkatkan waktu pengapian.

Namun, jika hal ini dilakukan secara konsisten, tentunya akan berdampak negatif. Salah satunya adalah konsumsi bahan bakar yang lebih boros dan performa mesin yang kurang optimal, padahal maksud dari pikiran adalah untuk menghemat uang dengan menggunakan bahan bakar oktan rendah.

BACA SELANJUTNYA

Kepoin Power Bank untuk Motor dan Mobil Elektrik, Harganya Mencengangkan