Jum'at, 21 Januari 2022
Gagah Radhitya Widiaseno : Senin, 18 Oktober 2021 | 12:15 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Mobimoto.com - Ketika membeli moge, pastinya kalian harus merogoh kocek yang dalam. Bagaimana tidak, moge memiliki harga yang relatif cukup mahal.

Hal yang membuat mahal salah satumya yakni mesin yang lebih bertenaga. Apalagi pajak moge yang relatif cukup tinggi membuat harganya makin melambung.

Namun percaya atau tidak, ternyata ada sebuah moge yang memiliki harga yang cukup ramah di kantong.

Bahkan orang yang bergaji UMR pun bisa membelinya. Memang ada moge murah?

Dalam sebuah unggahan akun Facebook @Edoy YK, tampak sebuah moge bermesin 497 cc dibanderol cukup murah dan ramah di kantong.

Moge tersebut bernama Norton 88 Dominator Deluxe Twin. Unggahan tersebut diambil dari arsip Perpusnas.go.id, yang menampilkan iklan moge Norton di tahun 1956.

Dalam selebaran iklan tersebut, harga moge tersebut dibanderol cuma Rp 34,8 ribu saja, sob.

Potret selebaran iklan moge yang cukup murah, tak sampai Rp 50 ribu (Facebook-Perpusnas)

Jadi, jika kalian ingin membeli motor ini, cukup siapkan 1 lembar uang Rp 50 ribu saja. Itupun dapat kembalian.

Namun perlu diketahui, jika kurs Rupiah di tahun 1956 berbeda dengan kurs zaman now. Pada zaman dahulu, nilai 1 Dolar Amerika Serikat belum mencapai Rp 14 ribu seperti sekarang.

Jadi, jika dipatok di tahun yang sama, harga motor tersebut pastinya terbilang cukup menguras kantong.

Potret selebaran iklan ini pun mengundang reaksi dari warganet di kolom komentar.

"Harga kalo di rupiah murah amat 34.800...masih mahalan beli pulsa....tapi kala itu cari uang sampai 1000 rupiah harus kerja keras," tulis @Bayu Her***.

"Dulu THN 80 an pernah punya. Rusak dibuang di sungai di temu orang. Di beli 60 Rb sdh senang sekali. Skrg harganya selangit. Nyesel deh," beber @Umar Ma***.

"Jaman itu kata eyang saya gaji pegawai 150 rupiah," timpal @Ri***.

BACA SELANJUTNYA

Aksi Pemobil Toyota Fortuner Bikin Geram Pemobil, Dipaksa Suruh Minggir