mobimoto.com - Maraknya fenomena pembatalan pesanan pada aplikasi ojek online membuat banyak pihak meradang.
Bahkan sampai salah satu penyedia layanan tersebut sempat merencanakan untuk menerapkan sistem denda untuk menanggulangi para pelanggan 'nakal'.
Terkait hal tersebut, Head of Regional Corporate Affairs Alfianto Domy Aji ikut angkat bicara. Menurutnya, GO-JEK telah menerapkan yang lebih pas untuk menanggulangi fenomena pelanggan 'nakal' tersebut.
"Yang kami lakukan adalah kami membekukan sementara akun pelanggan tersebut, cara ini sudah kami lakukan sejak awal tahun lalu." ujarnya.
Selain itu ia juga membicarakan mengenai fenomena pelanggan yang sering memberi rating buruk terhadap driver, seperti yang sempat viral di media sosial beberapa bulan yang lalu. Menurutnya, GO-JEK berniat untuk meningkatkan keamanan baik bagi pelanggan maupun mitra.
"Yang jelas kami dari waktu ke waktu kami akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan baik dari sisi pelanggan maupun mitra kami. Kami akan memberikan perlindungan maksimal agar keduanya bisa mendapatkan perlindungan yang baik dan memberikan pelayanan terbaik." imbuhnya.
"Oknum pelanggan tersebut pastinya akan kami periksa lebih lanjut apa penyebabnya, jika memang ia beritikad tidak baik kami akan lakukan penindakan." ujad Domy.
Terkini
- GIVI Rilis Delapan Produk Baru di IMOS 2025, Bikin Motoran Semakin Praktis
- Yamaha Rayakan Miliarder di IMOS 2025, Wujudkan Impian Konsumen Setia
- IMOS 2025 Pamerkan Inovasi Roda Dua dan Jadi Wadah Komunitas Otomotif
- GIVI Indonesia Siapkan Produk Terbaru di IMOS 2025, Siap Goda Para Pecinta Roda Dua
- Honda BeAT Baru dan Rebel 1100 Jadi Andalan AHM di GIIAS 2025