Sabtu, 14 Desember 2019
Angga Roni Priambodo | Husna Rahmayunita : Senin, 25 Februari 2019 | 16:30 WIB

Mobimoto.com - Jagat dunia hiburan Indonesia sempat dihebohkan dengan meninggalnya aktor kawakan Sophan Sophiaan pada 17 Mei 2008. Seperti yang diketahui, almarhum meninggal setelah mengalami kecelakaan di jalur Alas Mantingan, Sragen, Jawa Tengah.

Saat itu, suami dari aktris senior Widyawati tersebut memimpin rombongan touring event Jalur Merah Putih (JMP). Ia mengendarai motor gede (moge) Harley-Davidson sementara sang istri berada dalam mobil pengawal.

Nahas, aktor yang juga politisi itu menabrak lubang besar di jalur Alas Mantingan tersebut dan membuatnya mengalami luka dalam dan patah kaki. Sophan Sophiaan meregang nyawa dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen, Jawa Tengah.

Sebuah fakta kemudian terkuak, tempat kecelakaan Sophian Sophiaan ternyata memang  angker dan berbahaya. Hal itu diungkap oleh Mada dan Hari Hao dalam channel YouTube Kisah Tanah Jawa.

Hari Hao dan Mada. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)

Sebelum itu, rombongan touring sebenarnya sudah diperingatkan warga untuk jangan jalan dulu karena bersamaan dengan waktu maghrib. Tapi mereka nekat meneruskan perjalanan karena diburu waktu agar secepatnya bisa kembali ke Jakarta pada 20 Mei 2008.

Jalur Alas Mantingan, Sragen, Jawa Tengah. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)

Dalam kondisi tidak enak badan akibat kelelahan, Sophaan kemudian melewati jalan ekstrem dan diduga diganggu sosok makluk yang tiba-tiba menyeberang. Makhluk itu berjalan membungkuk seperti nenek-nenek.

"Waktu mau masuk tikungan yang dimaksud itu kan posisinya turun, ada jembatan, ada seperti yang nyebrang begini (memperagakan menyebrang jalan) ada seperti yang nyeberang," ungkap Hari Hao sembari mempraktikkan gaya membungkuk.

Hari Hao dan Mada. (YouTube/Kisah Tanah Jawa)

Hari Hao kemudian melanjutkan jika kasus orang menyeberang memang seringkali meneror para pengendara. Ngerinya, makhluk misterius itu sebenarnya tidak kasat mata dan memiliki kerajaan di sekitar Alas Mantingan.

Jalur Alas Mantingan sampai sekarang dikenal sebagai tempat uji nyali. Pengendara yang tidak ingin mendapat teror di sepanjang jalur itu, kemudian memilih membuang uang ke jembatan atau membunyikan klakson sebagai tanda permisi untuk penunggunya.