mobimoto.com - Modifikasi motor trail menjadi supermoto atau supermotard, sedang banyak diminati di Indonesia karena dapat diandalkan untuk jadi motor harian karena tangguh untuk diajak melibas kemacetan di jalan.
Sebetulnya beberapa pabrikan ada yang memproduksi supermoto seperti Kawasaki D-Tracker, Honda CRF 150L Motard atau Suzuki DR-Z400SM.
Tapi memang memodifikasi motor trail menjadi supermoto tentu menghasilkan kepuasan tersendiri, dan akan lebih nyaman karena preferensi yang sangat sesuai dengan keinginan.
Kalau kamu juga berminat untuk melakukan modifikasi motor trail jadi supermoto, ada beberapa parts yang harus kamu ganti. Memang, apa saja sih?
1. Ban dan Pelek
Disarankan untuk menggunakan ban untuk permukaan aspal dengan pelek berukuran 17 inci untuk bagian depan dan belakang.
Tapi perhatikan juga agar tidak memilih ban yang terlalu lebar, agar tidak bergesekan dengan lengan ayun.
2. Rem
Supermoto modifikasi buatanmu, nantinya akan lebih banyak menghabiskan waktu di jalanna kota, apalagi dengan akselerasi mesin yang sigap khas motor trail membuat berkendara akan lebih menyenangkan.
Makannya kamu jangan sampai lupa untuk mengganti bagian-bagian rem agar bisa menghentikan laju motor dengan lebih sigap juga.
3. Knalpot
Mengganti knalpot memang membuat supermoto modifikasi buatanmu menjadi lebih gahar Sob.
Tapi yang perlu kamu ingat, perhatikan maksimal desibel yang diperbolehkan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Sebagai motor untuk kegiatan off-road, motor trail memang dikenal memiliki akselerasi yang cepat untuk melibas medan berat.
Makannya setelah modifikasi motor trail menjadi supermoto, tetap perhatikan keamanan berkendara di jalanan ya Sob.
Tag
Terkini
- GIVI Rilis Delapan Produk Baru di IMOS 2025, Bikin Motoran Semakin Praktis
- Yamaha Rayakan Miliarder di IMOS 2025, Wujudkan Impian Konsumen Setia
- IMOS 2025 Pamerkan Inovasi Roda Dua dan Jadi Wadah Komunitas Otomotif
- GIVI Indonesia Siapkan Produk Terbaru di IMOS 2025, Siap Goda Para Pecinta Roda Dua
- Honda BeAT Baru dan Rebel 1100 Jadi Andalan AHM di GIIAS 2025