Minggu, 28 November 2021
Cesar Uji Tawakal : Jum'at, 12 November 2021 | 14:24 WIB

Mobimoto.com - Hyundai cukup ambisius jika berbicara mengenai masa depan alat transportasi elektrik yang bisa terbang. Terkait hal ini, mereka telah mengumumkan pembentukan perusahaan baru bernama Supernal.

Dilansir dari Carscoops, perusahaan tersebut menjadi evolusi dari Divisi Mobilitas Udara Perkotaan. Supernal terus mengembangkan S-Kendaraan konsep A1 yang diluncurkan di CES 2020 dan bermaksud membawanya ke pasaran.

Mereka akan memulai sertifikasi di AS pada 2024. Kendaraan ini hanya akan ditenagai oleh listrik dan mampu terbang secara otonom.

Ini akan mampu menampung empat sampai lima penumpang di rute awalnya perkotaan dan perkotaan dalam jarak berdekatan.

Perusahaan akhirnya berencana untuk meluncurkan penerbangan komersial pertamanya pada tahun 2028 sebelum mulai skala operasi sepanjang tahun 2030-an.

“Dalam menambahkan dimensi baru pada mobilitas, kami memiliki misi untuk mengubah cara orang dan masyarakat bergerak, terhubung, dan hidup,” CEO Supernal dan presiden Hyundai Motor Group, Jaiwon Shin.

“Kami memiliki ambisi yang berani di Supernal tetapi menjadi yang pertama ke pasar bukanlah salah satunya. Kami bekerja untuk membangun produk yang tepat dan pasar terintegrasi yang tepat, dan kami akan memanfaatkan keahlian manufaktur berskala Hyundai Motor Group untuk memastikan AAM (Advanced Air Mobility) mencapai titik harga yang tepat dan dapat diakses oleh massa.”

S-A1 yang dipamerkan 18 bulan lalu mampu terbang vertikal lepas landas dan mendarat dan telah dirancang untuk kecepatan jelajah hingga 290 km/jam dengan ketinggian jelajah 300-600 meter.

Kendaraan konsep ini juga dirancang dengan jangkauan hingga 60 mil ( 96km).

Kendaraan terbang Hyundai. (carscoops.com)

Supernal bekerja dengan berbagai pemangku kepentingan di seluruh dunia untuk membangun sistem Mobilitas Udara Tingkat Lanjut.

Misalnya, meluncurkan kemitraan dengan Kota Los Angeles dan Urban Movement Labs tahun lalu untuk mengembangkan peta jalan keterlibatan publik dan perangkat kebijakan untuk AAM.

Ia juga bekerja sama dengan pemerintah Inggris dan Kanada dalam mengeksplorasi dan mengembangkan infrastruktur AAM.

“Sebagai pengganggu industri, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan AAM terintegrasi dengan dan menambah opsi transit yang ada dan secara efektif melayani kebutuhan masyarakat setempat,” tambah Shin.

“Mengembangkan pasar, dari kendaraan hingga jaringan infrastruktur penting serta penerimaan publik, ini semua membutuhkan koordinasi yang bijaksana dan strategis. Semuanya perlu diselaraskan pada saat yang sama agar AAM mencapai janji penuhnya.”

BACA SELANJUTNYA

Tak Perlu Ribet, CARRO Hadirkan Layanan Baru untuk Konsumen Tanah Air