mobimoto.com - Makin intensnya pergerakan masyarakat secara global dalam memerangi virus corona membawa imbas pada harga minyak.
Dilansir dari Autoevolution, anjloknya harga minyak disebabkan oleh menurunnya permintaan terhadap emas hitam tersebut.
Menurunnya permintaan tersebut dipicu oleh maraknya imbauan untuk tetap berada di rumah, sehingga penggunaan bahan bakar pada kendaraan menurun drastis.
Untuk alasan ekonomi, para penghasil minyak tetap mengoperasikan alat produksi mereka sehingga suplai tetap berdatangan walaupun permintaan merosot.
Di Amerika Serikat, harga minyak mencapai 20 dolar AS per barel, yang mana merupakan harga terendah dalam 18 tahun terakhir.
Menurunnya harga minyak ini tentu membawa efek yang signifikan pada perusahaan dan juga negara yang menggantungkan hidupnya sebagai penghasil minyak.
Namun, di sisi lain, menurunnya penggunaan alat transportasi juga membawa dampak bagus bagi lingkungan di mana polusi udara menurun drastis.
Akankah harga BBM juga menurun di Tanah Air? Mengingat penggunaan kendaraan di Indonesia juga menurun drastis selama masa darurat corona.
Terkini
- 8 Penyebab Mobil Brebet Saat Digas dan Solusinya untuk Pengendara
- Menperin Targetkan TKDN Mobil Listrik Capai 80 Persen Pada 2030
- Demi Karakter Ikonik, Pabrikan Menolak Hadirkan Suzuki Jimny EV
- AION V Raih Penjualan Positif di Segmen SUV Listrik Berkat Keunggulan Produksi Lokal
- iCAR V23 Siap Gebrak Pasar Mobil Listrik dengan Otak Canggih Snapdragon 8155