Jum'at, 20 September 2019
Angga Roni Priambodo | Husna Rahmayunita : Rabu, 10 Juli 2019 | 21:00 WIB

Mobimoto.com - Media tanah air kini tengah dihebohkan dengan sistem parkir terpisah yang diterapkan pemerintah Kota Depok, Jawa Barat. Kebijakan memisah lahan parkir untuk perempuan dan laki-laki itu pun menuai kontroversi dari berbagai kalangan.

Pemerintah kota setempat menerapakan kebijakan tersebut di beberapa area seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, parkiran Balai Kota Depok dan beberapa pusat perbelanjaan. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman lebih kepada perempuan khususnya yang mengendarai sepeda motor.

Meski menuai kontroversi, belum banyak yang tahu kalau sebenarnya sistem parkir terpisah juga diusung oleh beberapa negara. Di sana, cara tersebut dikenal dengan istilah ladies parking. Lebih jelasnya, ini dia tiga tempat yang menerapkan sistem parkir terpisah selain di Depok, Jawa Barat.

1. Korea Selatan

Pemerintah Negeri Gingseng menerapkan sistem ladies parking di ibu kota Seoul pada 2014. Di sana, tempat parkir khusus wanita ditandai dengan garis merah muda sementara untuk pria ditandai dengan warna biru.

Kebijakan itu nyatanya mengikuti sistem masa lampau. Tujuan utama adanya parkiran tersebut yakni menjamin keselamatan para wanita di Seoul sesuai dengan program Women Friendly Seoul.

2. Jerman

Di Jerman, sistem ladies parking disebut sebagai Frauenparkplatz. Kebijakan itu telah diterapkan beberapa tahun lalu di seperti di parkiran Bandara Frankfurt.

Pengunjung memarkir sepeda motor di lahan parkir RSUD Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (9/7). [Suara.com/Arief Hermawan P]

3. China

Beda dari Korea Selatan dan Jerman, China juga memiliki ladies parking dengan desain khusus. Selain mengusung warna merah muda, area tersebut digambari dengan sepatu hak tinggi (stiletto).

Ruang parkir seperti itu ada di stasiun Jiande dan Tonglu di provinsi Zhejiang dan memiliki lebar 3,2 untuk setiap mobil. Tapi meski memberikan kenyamanan lebih untuk wanita dan berdesian unik, tempat tersebut malah dianggap merendahkan kaum wanita yang selama ini dikenal kurang lihai berkendara.