Kamis, 14 November 2019
Rendy Adrikni Sadikin : Selasa, 21 Mei 2019 | 17:12 WIB

Mobimoto.com - Perusahaan jasa pengiriman Qrim Express menggandeng layanan milik Grab, GrabExpress, untuk pengiriman ke lokasi yang lebih terpencil (first mile - last mile/FMLM delivery).

Kerjasama ini diharapkan bisa memaksimalkan kekuatan kedua perusahaan, khususnya layanan yang andal dan terjangkau. QRIM akan memanfaatkan armada GrabExpress untuk membantu proses pengiriman dari pelanggan ke warehouse QRIM dan dari warehouse QRIM langsung ke pelanggan.

Tuntutan untuk layanan pengiriman yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman untuk paket kecil di wilayah metropolitan menciptakan pasar khusus untuk perusahaan ekspedisi.

Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) memperkirakan, jasa ekspedisi di Indonesia pada 2019 akan naik 14,7 hingga 15 persen. Hal ini didukung tren pengiriman logistik e-commerce Indonesia yang bertumbuh positif sebesar 7,9 persen selama 2016 hingga 2021 tiap tahunnya.

Menjawab kebutuhan atas tingginya layanan penjemputan, QRIM Express juga memberi solusi berupa layanan penjemputan tepat waktu dengan menggabungkan rider Grab dan QRIM Express kepada pelanggan di tujuh kota utama, yakni Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makasar, Semarang untuk memasuki pasar kurir pengiriman ekspres dari konsumen ke konsumen (C2C) yang berkembang pesat dalam skala nasional.

“Kami telah mencapai kesepakatan atas kontrak untuk kolaborasi pengiriman dan yang menunjukkan kedua belah pihak memaksimalkan potensi penyediaan layanan Qrim melalui aplikasi Grab. Qrim optimistis dapat mendukung integrasi layanan Grab, pembayaran OVO, dan pengiriman layanan Qrim secara efisien, efektif, dan lebih baik,” ujar Rahim Tahir, CEO Qrim Express dalam siaran pers yang diterima Mobimoto, Selasa (21/5/2019).

Kerja sama ini juga akan memperluas jangkauan pengantaran GrabExpress di luar jasa layanan pengantaran menggunakan kurir on-demand dan same-day yang saat ini ditawarkan, untuk menawarkan pilihan lain seperti pengiriman terjadwal ke seluruh penjuru daerah secara nasional.

Kerja sama ini juga memperluas jangkauan layanan GrabExpress dan memampukan pengantaran ke lokasi yang lebih terpencil di tujuh kota utama. Saat ini, layanan GrabExpress telah tersedia di 160 kota di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

GrabExpress merupakan sebuah bisnis yang bertumbuh secara signifikan dalam ekosistem Grab, memampukan pelanggan, platform e-commerce dan social sellers untuk mengirim dan menerima paket dengan mudah. Mulai Maret 2018 hingga Desember 2018, volume pengiriman barang instant dan same-day GrabExpress bertumbuh lebih dari tiga kali lipat.

“Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi yang kami miliki, GrabExpress berkomitmen untuk membantu wirausahawan lokal untuk berkembang. Kami hadir sebagai langkah kami untuk menjadi everyday superapp dengan memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kurir instan yang andal, mudah, dan aman. Kerja sama dengan Qrim Express, akan memampukan kami untuk menawarkan berbagai pilihan pengantaran yang lebih lengkap di Indonesia dan memudahkan penjual, pembeli serta merchant untuk mengirim dan menerima barang mereka,” jelas Tyas Widyastuti, Head of Logistics Grab Indonesia.

Berbekal sistem navigasi berbasis satelit GPS serta sistem informasi geografis GIS yang dirancang untuk menangkap, menyimpan, menganalisis, mengelola, dan menyajikan semua jenis data geografis, operator Qrim akan dengan mudah menemukan mitra pengemudi Grab terdekat untuk mengambil kiriman.

Dalam mekanisme kerja Qrim, paket akan disortir dan dikirim dari stasiun lokal (spoke) bila lokasi pengiriman dan tujuan berada di daerah yang sama. Sementara untuk daerah yang berbeda, paket akan dikirim ke pusat pemrosesan paket (hub) untuk disortir bersama paket lainnya ke area tujuan yang sama. Setelah itu, paket akan dikirim kembali ke stasiun lokal (spoke), baru diantar ke tujuan oleh kurir.

Agar paket dapat dikumpulkan dan didistribusikan secara efektif dalam jaringan hub dan spoke, area metropolitan akan dibagi menjadi beberapa zona layanan. Hal ini bertujuan agar beban kerja setiap rider dalam menggunakan data tentang jumlah dan lokasi dari pemintaan secara historis terbagi rata.

Setiap zona layanan memiliki rider yang bertanggung jawab untuk mengambil dan mendistribusikan paket di zonanya. Sebagian besar layanan kurir hub-and-spoke mengharuskan rider kembali ke hub setiap periode waktu.