Jum'at, 20 September 2019
Angga Roni Priambodo | Praba Mustika : Kamis, 09 Mei 2019 | 15:00 WIB

Mobimoto.com - Seorang wanita asal Garut yang berprofesi sebagai pengemudi taksi online (Taksol), Yuni,  mendapatkan pesanan yang tak terduga, ketika dirinya sedang lembur mencari orderan taksol di malam hari alias ngalong. Driver cantik ini mendapat orderan untuk mengantar jenazah.

Kisah ini, diketahui dari akun Liputan Garut yang membagikan kiriman di jejaring Facebook. Pada kiriman tersebut, juga terdapat foto dan screenshot percakapan antara sopir taksol dan pelanggannya.

"Beliau bernama teh Yuni, ojek online Garut ini yang bantu customernya, beliau tidak hanya mengantarkan penumpang biasa, tapi sekitar tadi jam 04.00 WIB, beliau mendapat customer di mana keluarganya ada yang meninggal dikarenakan sakit," tulis akun Liputan Garut.

Keluarga korban memilih menggunakan taksi online karena ongkos mengantar dengan ambulans dari RSU dr Selamet Garut ke kediamannya di daerah Banjarwangi, terlalu mahal.

Lagi Lembur, Sopir Taksol Cantik Ini Dapat Orderan Antar Jenazah. (Facebook/Liputan Garut)

"Entah kenapa biaya pengantaran dari Rumah Sakit dr Selamet Garut ke rumah kang Doni di Singajaya sangat mahal, maka memutuskan kang Doni mengambil penyewaan Grab Car. Sudah 1-3 kali banyak dari driver Grab Garut yang menolak orderan," katanya.

Lagi Lembur, Sopir Taksol Cantik Ini Dapat Orderan Antar Jenazah. (Facebook/Liputan Garut)

Kejadian ini pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Ada yang memuji Yuni dan ada juga yang menyoroti perihal kemudahan pengurusan mobil ambulans untuk mengantar jenazah.

"Luar biasa keren barakallah. Amiiin. Mudah2an jd inspirasi buat yg lain untuk berbuat baik saat kita mampu melakuannya, amin," kata Abinya Nuha Aqlan.

"Bukan ga ada, Ambulans itu banyak, bahkan sekarang tiap puskesmas desa memiliki ambulans. Tapi ya itu pengganti bensinnya tinggi." Ujar Iden Sirojudin.

Setelah viral kisah sopir taksol wanita yang dapat orderan antar jenazah ini, pihak RSU dr Selamet Garut menganggap adanya miskomunikasi antara keluarga korban dan pihak rumah sakit.