Senin, 14 Oktober 2019
Rauhanda Riyantama | Praba Mustika : Sabtu, 30 Maret 2019 | 12:30 WIB

Mobimoto.com - Menjadi kru atau sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), sepertinya bukan pekerjaan yang mudah. Karena nggak cuma menguras tenaga dan pikiran, tapi juga harus bisa menahan rindu dengan keluarga di kampung halaman. Seperti sopir bus AKAP ini, yang hanya temui keluarganya beberapa detik karena kangen. Duh, kok jadi berkaca-kaca, ya.

Melalui jejaring Facebook, warganet bernama Walyadi S J, mengunggah sebuah video berdurasi 22 detik. Dalam video yang diambil dari dalam bus, memperlihatkan seorang sopir bus (cadangan) yang tengah turun dan menghampiri seseorang yang sedang berteduh di pinggir jalan.

Ternyata, orang yang dihampiri oleh sopir bus AKAP itu adalah istri dan anaknya, yang kabarnya sudah lama tak bertemu karena pekerjaannya sebagai sopir bus.

Setelah menghampiri istri dan anaknya, sopir bus AKAP ini langsung mencium sang anak dilanjutkan dengan mencium istrinya, sambil berbincang singkat. Setelah itu, ia pun membawa sebuah bungkusan yang telah dibawakan sang istri, dan kembali lagi ke dalam bus.

Pertemuan singkat antara sopir bus AKAP dan istri serta anaknya, yang cuma beberapa detik itu pun, memperlihatkan bagaimana perjuangan seorang sopir bus AKAP demi keluarganya. Sudah jarang bertemu, sekalinya bertemu pun, cuma beberapa detik saja.

Ternyata, beberapa warganet ada yang merupakan sopir bus atau keluarga dari sopir bus, lho. Mereka pun ikut terharu melihat pertemuan sopir bus AKAP dengan keluarganya yang hanya beberapa detik.

''Cucu dulu sering mbah, nyegat bapak buat ngambil uang/nganterin baju ganti, hehe. Hampir semua pengemudi / crew bus, truk, dll pernah ngerasain moment kayak gitu,'' kata Pangestu Fachry Hastomoo.

''Biasanya kalau sopir2 bus besar emang begitu mbah. Saya juga pernah lihat bapak2 punya anak kecil. Anaknya udah nunggu bapaknya di pinggir jalan sama ibuknya. Bapaknya dateng pakai bus turun ketemu sebentar lepas itu sang anak digendong bapaknya. Terus bapaknya pamitan lanjut naik bus lagi eh, anaknya nangis nggak mau ditinggal mbah. Sad.'' ujar Irmawan Vany Tegar.

Ternyata, seperti itulah rasanya menjadi sopir bus AKAP, yang harus rela berjarak dengan keluarganya demi mencari nafkah. Pertemuan yang hanya beberapa detik pun, sepertinya cukup mengobati rindu dengan istri dan anaknya.