Kamis, 20 Januari 2022
Cesar Uji Tawakal : Senin, 20 Desember 2021 | 21:13 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Mobimoto.com - Permintaan juara dunia MotoGP 2020 Joan Mir untuk mengembangkan motor Suzuki tahun depan untuk fokus di sektor powertrain, tampaknya membuat pabrikan tersebut kelabakan.

Laporan dari Crash menyebutkan bahwa ditambah dengan hengkangnya Davide Brivio, membuat perkembangan motor ini kurang dari yang diharapkan.

Sebagian besar pekerjaan Brivio, yang kini diusung oleh direktur proyek, Shinichi Sahara, membuatnya mengakui bahwa tuntutan Mir cukup sulit dipenuhi.

"Pengembangan motor menghasilkan peningkatan 60-70 persen dari apa yang saya harapkan," ungkap Shinichi.

"2021 berjalan cukup berbeda menurut kami, setelah memenangkan gelar bersama Joan Mir, manajer tim pergi, kami harus beranjak," lanjutnya.

Joan Mir. (Instagram/joanmir36official)

"Sebelumnya saya menjadi direktur tim, dan menangani hal-hal dari pabrikan di Jepang, sekarang saya menjadi manajer tim dan pimpinan proyek, beban kerja ganda ini terlalu banyak," imbuhnya.

Ia mengaku sudah belajar banyak dan tahu ke mana pengembangan motor GSX-RR akan dibawa.

"Di sisi lain, rutinitas di lintasan membuat saya mendapat pencerahan tentang apa yang tak saya lakukan di musim lalu," tuturnya.

"Ketika saya tinggal di Jepang dari jarak jauh, saya merasa dapat melihat gambaran besarnya dan menawarkan nasihat yang baik, tetapi ketika Anda berada di lokasi dan dikelilingi oleh segala sesuatu, akan sulit untuk mengambil langkah mundur dan melihat segala sesuatunya secara objektif, dan ini di situlah saya merindukan peran seseorang untuk mendiskusikan segalanya," pungkasnya.

BACA SELANJUTNYA

Biar Nggak Keteteran Lawan Ducati, Ini Harapan Joan Mir pada Suzuki 2022