mobimoto.com - Casey Stoner mengatakan MotoGP telah mengambil terlalu banyak langkah untuk meniru Formula 1 dalam hal aerodinamis dan 'sirip', terutama pada Ducati yang menurutnya agak aneh.
Dilaporkan dari Visordown, juara dunia dua kali juara MotoGP menyebut bahwa adanya penggunaan elektronik seragam juga membuat balapan kurang gereget.
Walau demikian, sejak adanya penerapan hal-hal tersebut, performa sepeda motor di MotoGP telah meningkat dan waktu putaran berkurang seiring dengan berkembangnya mesin. Adopsi piranti aerodinamika menjadi salah satu kemajuan terpenting.
Akibatnya, semua motor di grid memiliki spatbor aneh, seperti Ducati dengan GP21. Sepertinya Stoner tidak menyukainya. Dia mengatakan MotoGP berusaha terlalu keras untuk menjadi seperti F1.
“Saya masih tidak suka arah yang diambil MotoGP,” katanya kepada Australian Motor Cycle News.
“Saya ingin melihat kemurnian kembali, alih-alih sistem elektronik yang mengendalikan motor pada gas dan winglet mengendalikan ujung depan. Semua sepeda pada dasarnya adalah kloning satu sama lain, itulah sebabnya mereka berlari sangat berdekatan,” ucap Stoner
“Ini mengerikan. Saya ingin beberapa peraturan diubah untuk membuat setengah dari komponen yang ada di motor MotoGP ditanggalkan. MotoGP tidak membutuhkan sayap dan segalanya, sepertinya menuju ke arah F1,” pungkasnya.
Tag
Terkini
- Suara.com Luncurkan Suara Hijau dan Green Media Network, Lakukan Penanaman Pohon di HUT ke-11
- Bukan Hanya Merlion, Ini 5 Spot Instagramable di Singapura yang Bisa Dikunjungi saat Liburan Imlek!
- Anak Muda Bicara Ekonomi: Youth Economic Summit 2024 Cetak Optimisme Baru untuk Indone
- Diikuti 150 Lebih Digital Creator, Workshop Kolaborasi Suara.com dan UAJY di 3 Kota Sukses Digelar