mobimoto.com - Jadi runner-up klasemen untuk ketiga kalinya dalam tiga musim beruntun, mau tak mau harus membuat tim pabrikan Ducati berbenah.
Menurut pembalap asal Italia tersebut, kegagalannya musim lalu disebabkan karena performa Honda yang mampu nyaris mengimbangi Ducati untuk urusan kecepatan maksimal.
Terkait hal tersebut, Dovi membeberkan bahwa timnya harus memaksimalkan performa secara jeli.
"Jika anda menganalisa tahun lalu, Marquez jelas lebih cepat dari semuanya. Sulit untuk mengalahkannya di 19 seri, khususnya jika anda lebih lambat." ujar Dovizioso dilansir dari Crash.
"Banyak yang bilang bahwa pengembangan motor kami musim lalu salah, saya tak setuju." imbuhnya.
Musim lalu, Ducati seperti kehilangan taji. Keunggulan mereka di trek lurus kini bukan senjata ampuh lantaran mereka kalah jauh soal kecepatan di tikungan.
Hal ini membuat mereka kesulitan, khususnya di kualifikasi karena mereka harus membuat catatan waktu singkat di jumlah putaran yang tak seberapa.
"Di kualifikasi kami banyak kesulitan. Kami harus melakukan semua yang terbaik." imbuh Dovi.
Senada dengan Dovi, rekan satu tim di Ducati Corse, Danilo Petrucci berujar bahwa ia telah belajar banyak di musim lalu dan siap menghadapi MotoGP 2020.
"Tahun lalu sulit bagi saya, namun itu bukan tahun yang buruk. Kami belajar banyak. Sekarang saya sangat menantikan balapan musim ini dengan motor yang sangat saya cintai." ucap Petrucci.
Terkini
- Profit Meroket 45,1 Persen, Arkadia Digital Media Maksimalkan Produk dan Layanan Baru
- Suara.com Luncurkan Suara Hijau dan Green Media Network, Lakukan Penanaman Pohon di HUT ke-11
- Bukan Hanya Merlion, Ini 5 Spot Instagramable di Singapura yang Bisa Dikunjungi saat Liburan Imlek!
- Anak Muda Bicara Ekonomi: Youth Economic Summit 2024 Cetak Optimisme Baru untuk Indone
- Diikuti 150 Lebih Digital Creator, Workshop Kolaborasi Suara.com dan UAJY di 3 Kota Sukses Digelar