Minggu, 08 Desember 2019
Angga Roni Priambodo : Sabtu, 27 Juli 2019 | 14:00 WIB

Mobimoto.com - Lupakan terminologi bahwa kehadiran para perempuan keren di pameran otomotif yang disebut usher (atau selama ini disebut sebagai SPG, singkatan dari Sales Promotion Girl, padahal deskripsi tugasnya berbeda) adalah sebatas unsur pemercantik produk mobil atau motor sebagai benda mati.

Ya, kalau yang dipasarkan adalah sebatas mobil atau motor. Bagaimana bila materinya adalah produk after market tak melulu barang? Taruhlah asuransi kendaraan atau cicilan. Seperti bisa dijumpai di GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Provinsi Banten.

Jelas bahwa peran usher, atau yang kerap menyelinap dalam percakapan sebagai, "SPG, SPG itu" menjadi penting. Tak sebatas tampil cantik, ayu, seksi, atau keren. Apalagi bila selama ini ada stigma jail: bisa diajak kenalan, bertukar nomor telepon, sampai digoda. Wah, lupakan saja!

Antusiasme para usher dalam menyambut tamu serta informasi menarik  dari mereka inilah yang mesti diapresiasi oleh pengunjung dan peminat otomotif.

Well, ada tiga unsur penting yang dimiliki oleh usher. Termasuk di pergelaran sekaliber GIIAS 2019. Yaitu Brain, Beauty, Behaviour atau dikenal sebagai 3B Cantik namun tidak bersahabat, lupakan saja. Atau cantik namun tidak informatif, dalam arti kurang mantul alias mantap betul dalam menjelaskan produk otomotif yang digawangi? Ah, kurang asyik jadinya. Sehingga, kecantikan fisik dan kecerdasan intelektual mendapatkan porsi sama.

Usher Astra Financial di GIIAS 2019 [Suara.com/ukirsari].

Selanjutnya, mesti mengikuti training tiga hari untuk memantapkan cara mereka dalam mengenalkan produk, berbagi informasi, serta berkomunikasi dengan pengunjung atau tamu.

Hal-hal seperti inilah yang membuat langkah menjadi seorang usher tidak mudah. Sebagai catatan, salah satu usher dari Astra Financial dalam pergelaran GIIAS 2018 atau tahun lalu adalah mantan atlet Pekan Olah Raga Nasional (PON)! Contoh itu menunjukkan bahwa untuk menjadi usher memang beyond the beauty.

"Peraturan kami untuk usher, yang kami sebut sebagai "Angels", semua harus apply dari awal mesti sudah pernah bekerja di tempat kami sebelumnya. Dan ada tahap interview serta lolos pre-test. Bagi yang pernah menjadi usher di booth kami, persyaratan itu menjadi tantangan tersendiri, karena bila tak bisa menunjukkan performa seperti sebelumnya ya langsung gugur," papar Laurentius Iwan Pranoto, Senior Vice President of Communication, Events, and Service Management Asuransi Astra saat mengajak Suara.com melongok briefing para Angel di booth Astra Financial.

Dan saat bertugas, para usher, termasuk di Astra Financial, mempunyai jadwal kerja padat. Selain pengaturan berdasar shift, lamanya mencapai 12 jam sehari, ada jeda 15 menit melemaskan kaki dan 30 menit untuk istirahat besar, seperti makan siang dan petang.

Jadi, tersingkap sudah, bahwa fungsi dan tugas usher tidak gampang. Belum lagi urusan busana yang merepresentasikan produk. Seperti dijumpai di GIIAS 2019. Lihatlah desain pakaian mereka yang serba keren. Mau seksi atau anggun, mayoritas memiliki desain khusus.

Usher dari PT Astra Daihatsu Motor dalam GIIAS 2019 [Suara.com/ukirsari].

"Buat bahannya, kami sengaja print khusus dengan motif Menara Astra di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta," kisah Laurentius Iwan Pranoto seraya menambahkan, bahwa desain busana dan motif ini juga bersinergi dengan interior booth dan segala pernik furniturnya.

Seru, bukan? Jadi jangan heran bila di akhir acara GIIAS 2019 nanti akan diumumkan nama usher petang gelar Miss Auto Show 2019, dengan babak penyisihan tengah berjalan.

Sekitar 150 usher di GIIAS 2019 telah bertarung sehingga terpilih 30 besar yang hari ini dikerucutkan menjadi 15 usher kandidat Miss Auto Show 2019.

Siapa akan melaju ke babak final? Ikuti terus Suara.com di GIIAS 2019.

Suara.com/RR Ukirsari Manggalani.