mobimoto.com - Pembalap tim Red Bull, Max Verstappen mengaku ingin ikut ajang kejuaraan dunia balap motor prototipe MotoGP. Dikutip dari Visordown (16/10) pembalap asal Belanda itu mengatakan bahwa dia ingin ikut balapan MotoGP saat masih kecil.
''Saya ingin mencoba balapan di MotoGP pada saat saya berusia 8 tahun.'' ujar Verstappen.
Namun saat baru mengemukakan keinginannya di masa lalu, pihak manajemen Red Bull sudah menolaknya mentah-mentah. Red Bull sudah ''memagari'' niatan Verstappen untuk turun ke ajang balap roda dua itu. Pasalnya Verstappen masih terikat kontrak hingga 2020. Walaupun tidak menutup kemungkinan pembalap Belanda ini bisa ikut berkompetisi di MotoGP seusai kontraknya habis.
''MotoGP lebih berbahaya, namun tentu saja saya ingin mencobanya. F1 dan MotoGP itu berbeda namun saya tetap ingin merasakan sensasi lutut saat berada dekat dengan aspal pada tikungan.'' ujar pembalap Belanda ini.
Walaupun sponsor Verstappen, Red Bull, juga menyeponsori tim balap di MotoGP, namun kesempatannya untuk ikut balapan roda dua tersebut mustahil.
''Saya sangat ingin balapan di atas motor, namun sponsor berkata tidak. Aku bertanya pada tim apakah aku boleh menjajal motor MotoGP. Karena kita tahu Red Bull adalah sponsor dari KTM dan Honda. Bahkan kami punya sirkuit di Red Bull Ring. Namun mereka tetap berkata tidak karena itu berbahaya.'' pungkas Max Verstappen.
Walaupun mustahil, gaya berkendara agresif dari Max Verstappen tentu akan menarik, apalagi jika ada kemungkinan beradu cepat dengan pembalap top sekelas Marc Marquez dan Valentino Rossi.
Terkini
- Suara.com Luncurkan Suara Hijau dan Green Media Network, Lakukan Penanaman Pohon di HUT ke-11
- Bukan Hanya Merlion, Ini 5 Spot Instagramable di Singapura yang Bisa Dikunjungi saat Liburan Imlek!
- Anak Muda Bicara Ekonomi: Youth Economic Summit 2024 Cetak Optimisme Baru untuk Indone
- Diikuti 150 Lebih Digital Creator, Workshop Kolaborasi Suara.com dan UAJY di 3 Kota Sukses Digelar
- Kisah Inspiratif Beasiswa Kampung Berseri Astra: Menerangi Asa Pendidikan Anak-Anak di Tengah Tantangan Ekonomi